Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

3 Dara ESA Coba Jajaki Dunia Ekonomi

(3/10) -Becoming a minority is challenging and risking- Caption ini diposting lewat akun media sosial oleh salah satu anggota tim penulis CALL FOR PAPER 2nd International Student Conference on Asia Africa Studies 2016 di hotel Sheraton, Bandung. Tiga dara English Student Association, Ajeng Puji Lestari, Rosi Rosdiani, dan Syahnaz Nurfauziyah Asshof, mereka membawa nama Swadaya Gunung Jati University sebagai pembicara pada Konferensi Internasional tersebut (1/10) yang diselenggarakan oleh International Economics Student Competitions, Padjajaran University. Acara tersebut mengangkat tema besar seputar ekonomi yaitu Sustainable Development and Inclusive Growth to Reduce Income Inequality,yang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi ketiga penulis baru ini untuk mampu menyusun full paper yang akan dipresentasikan di hadapan Chair Person dan Adjudicator serta para penulis lain yang notabene meraka adalah Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Bisnis dan pastinya memiliki basic knowledge seputar ekonomi, berbeda dengan Ajeng, dkk yang mana mereka adalah Mahasiswa FKIP Bahasa Inggris dan terbilang masih dalam ranah “mencoba” untuk menjajaki dan mencari tahu isu-isu seputar Perekonomian Indonesia.

Dengan melalui proses yang panjang dari awal bulan Agustus kemarin, tim penulis ESA Unswagati melakukan penelitian di daerah Waled, Kabupaten Cirebon dan memulai untuk menulis abstract dengan bimbingan salah satu dosen Bahasa Inggris, Mr. Misdi, S.Pd., M.Pd. kemudian mereka akhirnya mendapat notifikasi bahwa tim Unswagati berhasil masuk ke 8 besar abstract terbaik (dari 21 peserta abstract submission) yang dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu menyusun full paper dan diundang untuk menjadi pembicara di Konferensi Internasional tersebut.“This is awesome! It is my first time to join in international conference, I think I got the best partners and supporters ‘til we can success on our first submit. Actually a bit hard to make this paper because we don’t have a good basic in economics, but we try our best ” Tutur dara sunda ini, kak Rosi. Subtema yang mereka pilih yaitu Decent Work and Food Security and Agriculture Challenges dan dikerucutkan menjadi sebuah judul karya tulis yaitu Lack of Society Participation on Government Program in Implementing Agency of Agriculture Fisheries and Forestry (BP3K) Waled. “We have strong willingness and ready to take the risk, so even though we are not economic student, we go ahead.” Ujar anggota termuda tim ini, Syahnaz, ”...be a minority is not easy, but it is our pride to be a part of this international event. We try to realize the vision of Unwagati itself which is ‘terwujudnya Unswagati sebagai perguruan tinggi negeri yang bereputasi nasional, berjejaring global, dan berkontribusi bagi peningkatan daya saing bangsa yang bermartabat’.” sambung kak Ajeng.

Setelah bisa sampai di acara puncak, ketiga member ESA ini belum bisa bernapas lega, karena masih harus menunggu pengumuman Best Full Paper ISCAAS 2016 dalam dua minggu ke depan setelah acara digelar yang mana sebelumnya telah diumumkan Best SpeakerISCAAS 2016 yang berhasil diraih oleh tim tuan rumah, penulis dari Mahasiswa Unpad. Sementara menunggu pengumuman kategori karya tulis terbaik, selama satu minggu ke depan para penulis berkesempatan untuk melakukan revisi pada full paper mereka.

Dengan pencapaian ini, tim penulis juga menyampaikan acknowledgment-nya kepada semua pihak yang telah mendukung mereka untuk bisa sampai ke titik tersebut, terutama untuk Kaprodi Pend. Bahasa Inggris, Mrs. Hj. Nurani Hartini, Dra., M.Hum dan Dosen Pembimbing mereka, Mr. Misdi, S.Pd., M.Pd. Tim ESA Unswagati tak berekspektasi tinggi untuk menjadi yang pertama, tetapi tetap berusaha menghasilkan yang terbaik, semoga. Aamiin.

–Dept. Komunikasi ESA Unswagati–

Download Template Joomla 3.0 free theme.

Search

You are here: Home Berita & Kegiatan 3 Dara ESA Coba Jajaki Dunia Ekonomi