Rektor Buka PKKMB Diikuti Lebih dari 2.000 Mahasiswa

Sample image

CIREBON-Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) dilakukan oleh Rektor Unswagati Prof Dr H Djohan Rochanda Wiradinata, MP di The Radiant Hall, Ciperna, Senin (31/8). Dikuti lebih dari 2.200 mahasiswa baru, pembukaan juga digelar resmi dengan sidang terbuka Senat Unswagati yang dipimpin langsung oleh rektor.

Dilaporkan Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unswagati Dr Alfandi, M.Si pada tahun ini terdapat lebih dari 3.700 mahasiswa yang mendaftar. Namun setelah diseleksi akhirnya menerima 2.200 lebih mahasiswa. "Keseluruhan mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, FKIP, FISIP, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran," ujarnya.

Rektor Unswagati Prof Dr H Rochanda Wiradinata, MP menyampaikan bahwa saat ini tidak dikenal lagi istilah lain dalam pengenalan kehidupan kampus berupa Ospek maupun Mabim. Pada tahun ini Kabin diganti dengan istilah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). "Yang terpenting dalam PKKMB ini ialah tidak boleh ada lagi kekerasan dan perpeloncoan. Melainkan lebih kepada pengenalan kehidupan berbangsa dan bernegara, selain mengenal kehidupan kampus," jelas Rochanda.

Ditambahkan Prof Djohan--panggilan akrab rektor Unswagati--bahwa Unswagati saat ini menjadi PT dengan mahasiswa terbesar di wilayah III Cirebon. Selain itu, Unswagati juga kini telah menjadi PT yang terdepan dalam administratif untuk PTS di Jawa Barat. "Anda semua tidak salah memilih Unswagati sebagai tempat untuk menimba ilmu. Selamat datang di Unswagati yang terdepan dalam pembelajaran, leading in learning," imbuhnya disambut tepuk tangan.

Sementara Wakil Rektor III Unswagati Dudung Hidayat SH MH menyampaikan bahwa melalui PKKMB ini tujuan utamanya mengenalkan mahasiswa baru dengan pendidikan tinggi. Untuk itu, pihaknya selaku penyelenggara sudah menyiapkan tim komisi disiplin, pengawas umum yang melibatkan para dosen pembina kemahasiswaan di tingkat fakultas maupun para pimpinan du tingkat universitas.

"Alhamdulillah panitia yang melibatkan mahasiswa serta dosen juga telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Kami juga mengundang pemateri yang akan mengulas tentang local wisdom atau kearifan lokal yang akan dihubungkan dengan dunia keilmuan. Dengan harapan mahasiswa juga akan mengenal tentang nilai-nilai dan kearifan lokal agar mereka lebih mengenal identitas lokal di era global ini," paparnya. Hadir dalam pembukaan PKKMB Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ) H Asep Djadjuli, sekretaris Yayasan H Djojo Junawan SH MH serta undangan lainnya.(mj)