Deutschland online bookmaker http://artbetting.de/bet365/ 100% Bonus.

E-Com Kembangkan Bakat dan Minatnya dalam Kemampuan Berbahasa Inggris

Cirebon – ESA selalu memberikan yang terbaik dalam program-programnya, memberikan dan menyediakan kebutuhan untuk mahasiswa pendidikan B.Inggris di UNSWAGATI. Sepertihalnya di event yang baru saja selesai dilaksanakan pada Sabtu, (15/10) yaitu English Community atau yang lebih terkenal dengan sebutan E-Com. E-Com sendiri adalah salah satu event weekly ESA, dimana para pesertanya dilatih atau diberikan ilmu yang belum tentu didapatkan di kelas. Event ini dilaksanakan setiap hari sabtu selama satu bulan penuh. Dalam event tersebut ESA memberikan fasilitas kepada mahasiswa english department untuk mengembangkan bakat dan minatnya dalam kemampuan berbahasa Inggris. Bukan hanya bahasa Inggrisnya saja yang menjadi sasaran utama, tetapi juga sisi kreatifitas mahasiswa bahasa Inggris menjadi aspek lain yang dimuat di dalam E-Com. Ada 5 kelas peminatan di E-Com ini yaitu: Debate, speech, micro teaching, mini research dan juga design graphic. Salah satu keunggulan event ini adalah, adanya tutor-tutor yang memang ahli dalam bidangnya masing-masing dan tidak perlu diragukan kemampuannya. Keunggulan yang lainnya adalah bahwa event ini GRATIS, peserta tidak dipungut biaya sepeser pun untuk mengikuti event ini.

Antusiasme datang dari mulai tingkat 1 sampai dengan tingkat 3, adanya tutor yang asyik dan bahasan yang menarik menambah semangat para peserta. Di salah satu kelas peminatan micro teaching contohnya, walaupun sasaran kelas ini hanya untuk tingkat 3, tapi peserta yang hadir cukup banyak setiap minggunya, walaupun bahasan di kelas ini ada pada mata kuliah, tapi itu tak menutup minat mereka untuk mengikuti kelas ini.

Peserta tak hanya mendapat ilmu yang bermanfaat di program ESA ini, tapi mereka juga mendapat pengalaman belajar baru. Tak hanya itu, ESA juga memberikan predikat best participant di setiap kelas peminatan di E-Com ini, satu dari seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat best participant. Dan pengumuman best participant ini diumumkan pada acara closing E-Com. Yang mendapatkan sertifikat best participant ini diantaranya : Raudhah Diva (Mini Reseach), Ajeng Puji Lestari (Micro Teaching), Harries Fadhie (Debate), Ricky Ronaldo (Design Grapic), dan Aprilia Pratiwi (Speech).  

Dengan diadakannya E-Com ini diharapkan mahasiswa english department dapat mengembangkan bakat dan minatnya dalam kemampuan berbahasa Inggris dan juga bidang lainnya. Diharapkan juga mereka terus bersemangat dalam belajar untuk mencapai kesuksesan.

3 Dara ESA Coba Jajaki Dunia Ekonomi

(3/10) -Becoming a minority is challenging and risking- Caption ini diposting lewat akun media sosial oleh salah satu anggota tim penulis CALL FOR PAPER 2nd International Student Conference on Asia Africa Studies 2016 di hotel Sheraton, Bandung. Tiga dara English Student Association, Ajeng Puji Lestari, Rosi Rosdiani, dan Syahnaz Nurfauziyah Asshof, mereka membawa nama Swadaya Gunung Jati University sebagai pembicara pada Konferensi Internasional tersebut (1/10) yang diselenggarakan oleh International Economics Student Competitions, Padjajaran University. Acara tersebut mengangkat tema besar seputar ekonomi yaitu Sustainable Development and Inclusive Growth to Reduce Income Inequality,yang tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi ketiga penulis baru ini untuk mampu menyusun full paper yang akan dipresentasikan di hadapan Chair Person dan Adjudicator serta para penulis lain yang notabene meraka adalah Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Bisnis dan pastinya memiliki basic knowledge seputar ekonomi, berbeda dengan Ajeng, dkk yang mana mereka adalah Mahasiswa FKIP Bahasa Inggris dan terbilang masih dalam ranah “mencoba” untuk menjajaki dan mencari tahu isu-isu seputar Perekonomian Indonesia.

Dengan melalui proses yang panjang dari awal bulan Agustus kemarin, tim penulis ESA Unswagati melakukan penelitian di daerah Waled, Kabupaten Cirebon dan memulai untuk menulis abstract dengan bimbingan salah satu dosen Bahasa Inggris, Mr. Misdi, S.Pd., M.Pd. kemudian mereka akhirnya mendapat notifikasi bahwa tim Unswagati berhasil masuk ke 8 besar abstract terbaik (dari 21 peserta abstract submission) yang dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu menyusun full paper dan diundang untuk menjadi pembicara di Konferensi Internasional tersebut.“This is awesome! It is my first time to join in international conference, I think I got the best partners and supporters ‘til we can success on our first submit. Actually a bit hard to make this paper because we don’t have a good basic in economics, but we try our best ” Tutur dara sunda ini, kak Rosi. Subtema yang mereka pilih yaitu Decent Work and Food Security and Agriculture Challenges dan dikerucutkan menjadi sebuah judul karya tulis yaitu Lack of Society Participation on Government Program in Implementing Agency of Agriculture Fisheries and Forestry (BP3K) Waled. “We have strong willingness and ready to take the risk, so even though we are not economic student, we go ahead.” Ujar anggota termuda tim ini, Syahnaz, ”...be a minority is not easy, but it is our pride to be a part of this international event. We try to realize the vision of Unwagati itself which is ‘terwujudnya Unswagati sebagai perguruan tinggi negeri yang bereputasi nasional, berjejaring global, dan berkontribusi bagi peningkatan daya saing bangsa yang bermartabat’.” sambung kak Ajeng.

Setelah bisa sampai di acara puncak, ketiga member ESA ini belum bisa bernapas lega, karena masih harus menunggu pengumuman Best Full Paper ISCAAS 2016 dalam dua minggu ke depan setelah acara digelar yang mana sebelumnya telah diumumkan Best SpeakerISCAAS 2016 yang berhasil diraih oleh tim tuan rumah, penulis dari Mahasiswa Unpad. Sementara menunggu pengumuman kategori karya tulis terbaik, selama satu minggu ke depan para penulis berkesempatan untuk melakukan revisi pada full paper mereka.

Dengan pencapaian ini, tim penulis juga menyampaikan acknowledgment-nya kepada semua pihak yang telah mendukung mereka untuk bisa sampai ke titik tersebut, terutama untuk Kaprodi Pend. Bahasa Inggris, Mrs. Hj. Nurani Hartini, Dra., M.Hum dan Dosen Pembimbing mereka, Mr. Misdi, S.Pd., M.Pd. Tim ESA Unswagati tak berekspektasi tinggi untuk menjadi yang pertama, tetapi tetap berusaha menghasilkan yang terbaik, semoga. Aamiin.

–Dept. Komunikasi ESA Unswagati–

Membaca Melalui U-ERC

Unswagati Extensive Reading Competition. (U-ERC) merupakan program kerja baru dan terlama dalam pelaksanaannya, kegiatan yang berlangsung selama 6 bulan ini, dimulai dari tanggal (1/10/2016) sampai dengan (25/4/2017) membuat ESA semakin bersemangat menjalankan U-ERC. Pada acara pembukaan berjalan dengan lancar dari mulai pembukaan hingga penutupan. Terdapat hal yang menarik setelah acara pembukaan, yaitu adanya sesi skype bersama Pak Usep Syarifudin, S.Pd., M.ED. dimana beliau adalah salah satu dosen Unswagati yang mendapat beasiswa LPDP, spesialnya lagi beliau mendapatkan beasiswa di Amerika Serikat, tepatnya di Pennsylvania University. Skype beda negara ini menjadikan mahasiswa tingkat 1 yang merupakan sasaran utama kegiatan U-ERC ini menjadi antusias dalam mengikuti acara ini. Tema yang dibawakan mengenai motivasi membaca di kalangan mahasiswa, tema ini menambah antusiasme mahasiswa tangkat 1 untuk mengetahui lebih jauh tentang membaca dari Pak Usep Syarifudin.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan 2 member berbakat ESA, Glinca dan Panji, mereka menampilkan bakatnya dalam bidang musik. Selain itu, ada pemberian materi dari Pak Hendriwanto, S.Pd., M.Pd.. mengenai mekanisme dari kegiatan U-ERC ini, beliau menerangkan aturan dan hal-hal lain yang menyangkut kegiatan yang akan dilaksanakan selama 6 bulan kedepan.

Dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat membiasakan dirinya untuk terus membaca, karena membaca adalah hal yang penting utamanya untuk mereka sebagai generasi penerus dan pelurus bangsa ini. Kegiatan ini diawali dengan nama Unswagati, hal ini dikarenakan kegiatan ini akan menyeleruh diikuti oleh seluruh mahasiswa Unswagati dari berbagai fakultas aamiin.

 

Cimahi Masih Butuhkan 350 Guru

CIMAHI, (PR).- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrawahan mengatakan, pendidikan dasar di Cimahi membutuhkan sekitar 350 tenaga pengajar. Meskipun begitu, dia mengklaim ketersediaan guru di setiap sekolah dasar tidak mengalami ketimpangan.

"Kami mencoba untuk bertindak adil dan berusaha untuk memeratakan tenaga pendidik yang ada, sehingga paling tidak antara satu sekolah dan sekolah yang lainnya tidak sampai mengalami ketimpangan dalam hal ketersediaan guru," kata Dikdik di kantornya, Kompleks Pemkot Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Rabu 12 Oktober 2016.

Menurut dia, kebutuhan 350 guru di tingkat SD itu berdasarkan hasil kajian dini yang dilakukan Disdikpora. Kekurangan guru itu berlaku di seluruh SD yang ada di Cimahi, baik sekolah negeri maupun swasta. "Untuk seluruh SD di Cimahi, secara akumulatif kami kekurangan sekitar 350 guru. Di Cimahi ini total ada 124 SD," ujarnya.

Dikdik menyatakan, pihaknya bakal melakukan kajian lebih mendalam mengenai kebutuhan guru SD di Cimahi, termasuk mengukur rasio guru berbanding murid saat ini. "Kami belum tahu rasio antara jumlah guru dan jumlah siswa saat ini berapa, tetapi idealnya itu saya kira satu guru berbanding 27 siswa. Sekarang belum seperti itu," katanya.

Dengan menimbang kebutuhan guru SD yang sangat besar itu, Dikdik berharap pemerintah pusat segera mengakhiri moratorium pegawai negeri sipil, khususnya untuk guru. "Mudah-mudahan berita dari Menpan-RB bisa menjadi angin segar untuk Cimahi, karena dari berita yang saya ketahui beliau sudah mengevaluasi tentang kebijakan moratorium," tuturnya.

Soalnya, lanjut dia, kekurangan guru di Cimati tak serta merta bisa disiasati dengan merekrut guru honorer, mengingat pendanaan yang dimiliki sekolah negeri terbentur oleh aturan pemerintah. Lain halnya dengan sekolah swasta, yang jika memiliki dana yang mencukupi bisa bebas merekrut tenaga pengajar.

"Guru honorer yang sudah direkrut sejak dulu juga kan nasibnya masih banyak yang belum jelas, berkaitan dengan honorer kategori II itu. Memang ada beberapa sekolah yang berinisiatif merekrut guru honorer, tapi kebanyakan sekolah masih mengandalkan kepada sumber pendanaan yang diatur di dalam BOS. Maksimal 15% masih boleh," katanya.

Pada jenjang SMP dan SMA sederajat, menurut Dikdik, kekurangan tenaga pengajar tidaklah terlalu signifikan. Meskipun begitu, hal tersebut tetap perlu perhatian. "Kami harus tetap evaluasi, karena berbicara kekurangan guru kan kita sudah lama melakukan moratorium (penerimaan pegawai negeri sipil). Sudah lama kami tidak melakukan rekrutmen," tuturnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Cimahi Harjono menyatakan, pada tahun ini pihaknya menerima usulan penambahan sekitar 400 pegawai untuk formasi guru. "Untuk total formasi yang kami ajukan pada tahun ini berjumlah 500 sekian pegawai, yang sekitar 400 pegawai di antaranya untuk guru. Akan tetapi, usulan formasi itu kan tetap diputuskan oleh pusat," kata Harjono.***

Sumber: Pikiran Rakyat Kamis, 12 Oktober 2016

Download Template Joomla 3.0 free theme.

Search

You are here: Home Berita & Kegiatan