ANALISIS PEMAHAMAN DAN PENALARAN MATEMATIS PADA PERKULIAHAN TEORI BILANGAN MENGGUNAKAN TEKNIK SUPERITEM

Siska Firmasari, Neneng Aminah

Abstract


Abstrak
Matematika adalah ilmu yang mempunyai karakteristik deduktif aksiomatik, yang
memerlukan kemampuan berpikir dan bernalar untuk memahaminya. Kedua kemampuan ini
telah tertuang secara jelas dalam kurikulum pengajaran matematika sebagai salah satu
kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap siswa setelah mengikuti pembelajaran
matematika. Kenyataan yang terjadi di lapangan, kedua kemampuan ini masih belum
berkembang dengan baik. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa calon guru matematika
yang diambil menggunakan teknik purposive sampling yang diambil berdasarkan
pertimbangan dari dua kelas yang memiliki rata-rata yang sama, yang sudah sepantasnyalah
mereka harus memiliki kemampuan matematika terutama kedua kemampuan tersebut. Dari
kenyataan tersebut maka telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis
ketuntasan kemampuan pemahaman dan kemampuan penalaran matematis mahasiswa
dengan menggunakan teknik superitem, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif
kuantitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Kemampuan pemahaman
matematis mahasiswa secara klasikal maupun individual mencapai ketuntasan dimana ratarata
nilai ketuntasannya berturut-turut 66,92 dan 76,92% dari keseluruhan mahasisw; 2)
Kemampuan penalaran matematis mahasiswa secara klasikal maupun individual mencapai
ketuntasan berturut-turut 71,60 dan 79,49% dari keseluruhan mahasiswa; 3) Adanya
perbedaan ketuntasan pada kelompok mahasiswa berdasarkan tingkat kemampuan rendah,
sedang dan tinggi di mana masing-masing memperoleh rata-rata 38,89; 68,81; dan 90,56.
Mahasiswa dengan tingkat kemampuan tinggi dan sedang mencapai ketuntasan dimana nilai
rata-ratanya lebih dari 65, sedangkan untuk yang berkemampuan rendah belum tuntas.
Kata Kunci: Kemampuan pemahaman, kemampuan penalaran matematis, superitem.

Full Text:

PDF

References


Depdiknas. 2006. Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Sekolah Dasar

Firmasari, S. 2015. Implementasi Metode Tutor Sebaya dalam Pengembangan Bahan

Ajar Menggunakan Taksonomi SOLO Superitem. Euclid Jurnal Pendidikan

Matematika ISSN 2355-1712 Vol 1 No 1 Januari 2015

Hudoyo, H., 1988. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Jakarta : DepDikbud.

Lajoie, S. 1991. A Framework for Authentic Assessment in Mathematics.

[Online].Tersedia:

http://www.wcer.wisc.edu/ncisla/publications/newsletters/normse/vol1num.1pd

f. [ 17 Pebruari 2002 ]. Didownload tanggal 20 Oktober 2011

Nurahman, Iman. 2011. “Pembelajaran Kooperatif Tipe Team-Accelerated

Instruction (TAI) Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematika Siswa SMP”. Pasundan Journal of Mathematics

Education Jurnal. 1, (1), 96-130.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Suherman. dkk. 2003. Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung: JICA.

Sumarmo,U 1993. Profil Struktur Hasil Belajar Matematika Siswa SMA

Berdasarkan Taksonomi SOLO. Laporan Hasil Penelitian FPMIPA IKIP

Bandung

Sumarmo, U. 2010. Berfikir dan Disposisi Matematik: Apa, Mengapa, dan

Bagaimana Dikembangkan Pada Peserta Didik. Jurnal FMIPA UPI Bandung.

Walle, J.A.V.D. 2008. Matematika Sekolah Dasar dan Menengah Pengembangan

Pengajaran. Jakarta: Erlangga.

Yulia, Winda. 2012. Implementasi Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan

Investigasi dalam Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa

SMP. Skripsi UPI Bandung: Tidak diterbitkan


Refbacks

  • There are currently no refbacks.