REPRESENTASI PEREMPUAN MASA KINI DALAM LIRIK LAGU DANGDUT TAHUN 2000-AN

DIKI MUTAQQIN, MAYA DEWI KURNIA, MUDOPAR MUDOPAR

Abstract


Sekitar tahun 2000-an, dangdut telah bertransformasi menjadi sebuah sajian musik menggelegar dan mengandung lirik yang mengetengahkan tema seksualitas. Pakem lama ditinggalkan dan berganti dengan irama yang mengentak seperti yang tertuang dalam lagu Jupe Paling Suka 69, Mobil Bergoyang, Apa Aja Boleh, Hamil Duluan, Maaf Kamu Hamil Duluan, Satu Jam Saja, Mucikari Cinta, Melanggar Hukum Wanita Lubang Buaya dan Ada Yang Panjang. Bukan hanya itu, lagu dangdut tersebut disajikan penyanyinya dengan goyangan sensual yang mengundang riuh banyak penonton. Masing-masing penyanyi meliuk-liukkan tubuh seolah berlomba-lomba mengukuhkan eksistensinya melalui goyangan dengan nama yang khas.
Fenomena ini membuktikan telah terjadi perubahan mendasar dalam tatanan hidup masyarakat Indonesia bahkan pada kehidupan seksualitas khususnya perempuan. Hal yang semula bagi perempuan tabu kini diumbar secara blak-blakan. Itu yang tergambar dalam lirik lagu dangdut yang kini lebih banyak bertemakan perselingkuhan, serta aktivitas-aktivitas seks perempuan yang dibalut dengan goyangan yang menggoda. Nilai tradisi pada musik dangdut sebelumnya kian pudar dan hegemoni kebebasan merasuki masyarakat kita saat ini.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan penelitian sebagai berikut: 1. Bagaimanakah bentuk implikatur yang terdapat dalam lirik lagu dangdut populer tahun 2000-an? dan 2. Bagaimanakah representasi perempuan masa kini yang tergambar dalam lirik lagu dangdut tahun 2000an?Bertolak akan hal itu maka penelitian ini diharapkan memberikan wawasan pengetahuan kebahasaan mengenai implikatur sekaligus mengungkapkan makna yang tersirat dalam lirik tersebut. Selain itu pula penelitian ini bertujuan memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang representasikan perempuan masa kini.
Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian bahasa dilakukan secara sinkronis dengan mengamati fenomena suatu bahasa pada suatu kurun waktu tertentu. Metode yang digunakan dalam penyediaan data adalah metode simak. Cara memperoleh data pada metode simak dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa, dalam hal ini yang disimak oleh peneliti lirik lagu dangdut populer tahun 2000-an. Untuk menganalisis data penelitian, peneliti menggunakan metode padan ekstralingual. Metode padan ekstralingual pada penelitian ini dilakukan dengan cara menggunakan disiplin ilmu pragmatik terutama implikatur untuk menghubungkan masalah bahasa dengan hal yang berada di luar bahasa. Pada akhirnya, peneliti menggunakan metode informal untuk merumuskan atau menyajikan hasil analisis data. Teknik merumuskan atau menyajikan hasil analisis data pada metode ini dilakukan dengan cara menggunakan kata-kata biasa.

Kata Kunci: analisis pragmatik, lirik lagu, dangdut

Full Text:

PDF

References


Penulis Diki Mutaqqin, Maya Dewi Kurnia, Mudopar

Tanggal publikasi 14 Desember 2016

Prosiding Seminar Nasional dengan tema " Pengembangan Literasi Berbasis Kearifan Lokal Pengukuhan Jati Diri Kebudayaan Bangsa "

ISBN 978-602-71252-2-3

Halaman 111-125

Penerbit FKIP Unswagati Press


Refbacks

  • There are currently no refbacks.